hero img
Tentang Curatorian

Rumah untuk setiap
koleksi di Indonesia.

Dari kolektor perorangan hingga perpustakaan universitas semua punya tempatnya di sini.

"Sebuah koleksi yang tidak terkatalogisasi
sama saja dengan tidak ada."

Prinsip dasar ilmu perpustakaan

Gratis untuk komunitas Open source Dibuat di Indonesia
Dari pengembang
CA

Chrisna Adhi

Pustakawan & Pengembang
Universitas Padjadjaran, Bandung

Versi Alpha masih dalam pengembangan

Curatorian dimulai dari frustrasi yang saya alami langsung. Di Universitas Padjadjaran, setiap perpustakaan fakultas berjalan dengan sistemnya masing-masing dengan dua puluh database terpisah, tidak ada katalog peminjaman bersama, sulit untuk melihat dan memantau koleksi secara keseluruhan.

Saya seorang pustakawan yang tertarik dengan IT dan pengembangan perangkat lunak. Jadi saya membangun sistem sendiri. Dan dari situlah saya menyadari masalah ini bukan cuma ada di Unpad.

Di seluruh Indonesia, ada ribuan taman bacaan masyarakat, perpustakaan sekolah, arsip lokal, dan koleksi pribadi yang menyimpan sesuatu yang layak dijaga tapi tidak ada yang tahu keberadaannya. Bukan karena tidak ada yang peduli. Mereka sangat peduli. Tapi alatnya belum ada, atau harganya tidak terjangkau, atau terlalu teknis untuk digunakan.

Curatorian adalah jawaban atas masalah itu. Dibangun dari awal untuk konteks Indonesia, gratis untuk komunitas, dan dirancang agar pengelola TBM dengan smartphone bisa langsung berjalan dalam tiga puluh menit.

01 Masalah

Masalah yang kami coba jawab.

Terdokumentasi dari pengalaman langsung dan riset di komunitas praktisi GLAM Indonesia.

Koleksi yang tidak bisa ditemukan

Puluhan ribu koleksi bermakna di seluruh Indonesia hanya ada dalam catatan tangan, spreadsheet, atau ingatan seseorang. Taman bacaan, perpustakaan sekolah dan arsip lokal yang semuanya jarang terlihat/terpelihara. Para peneliti bahkan pernah pergi ke arsip di Luar Negeri untuk mengakses materi Indonesia yang seharusnya ada di sini.

Alat yang dibuat bukan untuk kita

Kebanyakan solusi open source memerlukan server sendiri dan kemampuan teknis yang memadai. Produk SaaS luar negeri umumnya dengan tarif sesuai pasar Barat, antarmukanya berbahasa Inggris, dan jarang cocok dengan praktik GLAM di Indonesia. Spreadsheet hanya bertahan sementara; ketika jumlah koleksi bertambah, sistem manual jadi tidak praktis. Belum ada solusi yang benar-benar dirancang untuk kebutuhan penuh kurator Indonesia.

Praktisi yang bekerja sendirian

Pengelola TBM di Bandung dan pustakawan sekolah di Manado menghadapi tantangan yang hampir identik tapi tidak punya infrastruktur bersama. Belum ada rumah digital bersama yang menghubungkan pekerjaan sehari-hari mereka, pengembangan profesional, dan berbagi koleksi mereka satu sama lain. Kegiatan berbagi yang hanya dilakukan melalui Sosial Media atau Media Komunikasi terbatas menjadi hambatan yang tidak perlu terjadi di era digital ini.

02 Solusi

Apa yang Curatorian lakukan.

Curatorian sengaja menjadi dua hal sekaligus karena keduanya tidak akan bekerja tanpa yang lain.

Fungsi Pertama

Sistem manajemen koleksi yang layak.

Katalogisasi item koleksi, lacak peminjaman dan anggota, buat laporan untuk donatur atau akreditasi, dan punya halaman katalog publik dalam tiga puluh menit setelah mendaftar. Tanpa server. Tanpa instalasi. Tanpa keahlian teknis.

  • Katalog fleksibel untuk buku, arsip, objek museum, dan lainnya
  • Manajemen sirkulasi, peminjaman, dan data anggota
  • Halaman OPAC publik yang bisa dibagikan
  • Import CSV dari spreadsheet dan ekspor data katalog
  • Analitik dan laporan yang bisa diekspor
Voile, the Magic Library

merupakan sistem pengelolaan koleksi GLAM yang gratis dan open source, dibangun menggunakan Elixir dan Phoenix Framework. Lisensi Apache 2.0, kode sumber tersedia di GitHub, dan kami menyambut kontribusi dari pengembang mana pun.

Fungsi Kedua

Komunitas profesional GLAM.

Ikuti kurator lain, terbitkan artikel di blog komunitas, hadiri atau selenggarakan acara profesional, cari lowongan di sektor GLAM, tukarkan item koleksi. Inilah yang membuat orang bertahan dan platform tumbuh.

  • Blog komunitas dan profil pembaca perorangan
  • Sistem follow (penyimak) dan pesan langsung
  • Platform acara dan webinar profesional
  • Papan lowongan kerja sektor GLAM
  • Bursa Koleksi. Donasikan yang tidak terpakai, cari yang dibutuhkan.
Curatorian, where the curatorians meet.

merupakan sistem jejaring sosial profesional untuk praktisi GLAM Indonesia, dibangun menggunakan Elixir dan Phoenix Framework. Lisensi Apache 2.0, kode sumber tersedia di GitHub, dan kami menyambut kontribusi dari pengembang mana pun.

Gratis selamanya untuk institusi komunitas.

Ini bukan masa percobaan atau fitur yang sengaja dibatasi. Platform lengkap tersedia tanpa bayaran untuk perorangan, TBM, perpustakaan sekolah, dan institusi nirlaba apa pun untuk selamanya. Institusi komersial berkontribusi agar yang lain tidak pernah menemukan paywall.

03 Tujuan

Ke mana kami menuju.

Curatorian, bukan hanya platform, adalah gerakan untuk menjadikan warisan pengetahuan Indonesia lebih terlihat, lebih terjaga, dan lebih mudah diakses oleh siapa saja.

01

Setiap koleksi Indonesia bisa ditemukan.

Dari rak 50 buku hingga perpustakaan dengan jutaan koleksi yang terkatalogisasi dengan benar, bisa diakses publik, terhubung dengan komunitas yang peduli.

02

Setiap praktisi GLAM punya rumah profesional.

Bukan sekadar alat, tapi komunitas. Tempat di mana pekerjaan ini tidak lagi sepi dan pengetahuan dapat dibagikan secara luas.

03

Akses tidak pernah terhalang kemampuan membayar.

Platform ini adalah infrastruktur kooperatif. Institusi komersial berkontribusi agar komunitas tidak pernah menemukan paywall.

04

Koleksi Indonesia terjaga dan bisa diakses dunia.

Sejarah lokal, bahasa daerah, pengetahuan komunitas dan ekor panjang produksi budaya Indonesia yang tidak dicakup database komersial mana pun.

04 Pembangun

Dibangun oleh pustakawan yang belajar membuat sistem.

Kebanyakan perangkat lunak perpustakaan dibangun oleh developer yang belajar tentang perpustakaan. Curatorian dibangun oleh pustakawan yang belajar mengembangkan software. Perbedaan itu terlihat di setiap keputusan fitur.

ISBN dibuat opsional karena banyak penerbit Indonesia tidak mendaftarkannya. Tier gratis benar-benar fungsional karena komunitas yang tidak punya anggaran tetap layak mendapat software yang bagus. Arsitektur node dibangun sesuai cara institusi sebenarnya beroperasi, seperti per fakultas dan per unit, bukan cara developer membayangkan perpustakaan.

Versi pertama lahir dari proyek nyata: membangun ulang dua puluh database SLiMS terpisah di Unpad menjadi satu sistem terpadu. Sistem itu sudah berjalan di produksi. Curatorian adalah langkah berikutnya.

GLAM

Fokus domain

Open

Terbuka dan Transparan

🇮🇩

Berbasis di Indonesia

2024-kini

Pengembangan aktif

Standar Metadata

Metadata lintas GLAM yang didukung

Curatorian mendukung berbagai vocabulary metadata untuk Gallery, Library, Archive, dan Museum. Berikut prefix (namespace) dan nama standarnya.

dcterms Dublin Core Terms
dctype Dublin Core Type
bibo Bibliographic Ontology
foaf Friend of a Friend
vra VRA Core
cdwalite CDWA Lite
exif EXIF
iptc IPTC Photo Metadata
xmp XMP
schema Schema.org
marc21 MARC 21
mods MODS
bf BIBFRAME
mets METS
onix ONIX
isadg ISAD(G)
ead EAD
eaccpf EAC-CPF
ric RiC
premis PREMIS
isaar ISAAR(CPF)
crm CIDOC CRM
spectrum SPECTRUM
lido LIDO
objectid ICOM Object ID
edm Europeana Data Model
skos SKOS
iiif IIIF Presentation API
Developer & Contributor

Tim Kami

Terbuka untuk semua orang yang percaya bahwa kontribusi terbaik datang dari komunitas yang beragam.

Kami menerima kontribusi dari siapa saja. Baik kamu sedang belajar sampai sudah profesional, setiap ide dan patch membawa Curatorian semakin dekat ke visi kita bersama.

Versi Alpha | bug mungkin ada, kami siap bantu di Discord

Mulai koleksimu hari ini.

Curatorian sedang dalam versi alpha. Ada yang belum sempurna. Tapi sudah bisa dipakai, terbuka, dan akan terus membaik bersamamu. Setiap node baru, setiap katalog yang dibangun, setiap laporan bug semuanya membentuk apa yang akan menjadi platform ini.

Gratis selamanya untuk perorangan, TBM, perpustakaan sekolah, dan institusi nirlaba. Tanpa kartu kredit. Tanpa masa percobaan. Tanpa batasan fitur.